BAHAYA NYAWA! SD NEGERI KELAS JAUH MUARA MEDAK (BANGUNAN KAYU KEROPOS PARAH) SIAP ROBOH KAPAN SAJA – PEMERINTAH WAJIB BERTINDAK SEGERA SEBELUM TRAGEDI TERJADI

Mntv sumsel.com.- BAYUNG LENCIR, MUSI BANYUASIN (Sumatera Selatan) – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelas Jauh Muara Medak yang terletak di RT 03 (kosong), Dusun 5, Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), sudah mencapai titik kritis yang tidak bisa lagi diabaikan: seluruh bangunannya yang terbuat dari kayu dan papan sudah aus parah, banyak bagian keropos, dan siap roboh kapan saja – menjadi ancaman langsung bagi nyawa siswa dan siswi yang setiap hari bersekolah di sana (12/12/2025).

Hasil observasi lapangan yang dilakukan oleh kelompok warga dan orang tua siswa pada akhir pekan lalu menunjukkan kondisi yang lebih parah dari yang diduga. Tiang-tiang utama bangunan yang menopang atap sudah keropos sampai ke inti – beberapa di antaranya sudah melengkung hingga membahayakan stabilitas keseluruhan bangunan. Selain tiang yang terbuat dari kayu, dinding juga terbuat dari papan tipis yang sudah aus dan retak – tidak bisa menampung angin kencang jika musim hujan tiba. Dinding bergeser karena pondasi yang sudah lemah dan tenggelam, membuat celah-celah besar yang memungkinkan angin dan hujan masuk langsung ke dalam ruang kelas. Atap yang terbuat dari seng juga bocor parah di berbagai bagian saat hujan lebat.

Para orang tua, wali murid, dan warga sekitar sangat khawatir dengan kondisi sekolah ini karena memang sangat membahayakan anak-anak mereka. Kekhawatiran mereka semakin memuncak setelah melihat beberapa bagian bangunan goyang sendiri saat angin kencang. Mereka takut setiap hari anak-anak atau cucu mereka pergi ke sekolah, karena tak ada jaminan keamanan apapun, dan sangat berharap pihak pemerintah segera bertindak untuk menyelamatkan anak-anak dari bahaya ini.

 

“Kami takut setiap hari anak-anak kami pergi ke sekolah. Satu hari nanti, bangunan bisa roboh kapan saja saat mereka sedang belajar – apa yang akan terjadi kemudian? Ini bukan masalah kecil, ini masalah nyawa anak-anak kita yang menjadi harapan masa depan desa. Kami sangat berharap pemerintah segera bertindak sebelum sesuatu yang buruk terjadi,” ujar Ependi (35), salah satu orang tua siswa, dalam wawancara singkat.

Selain itu, salah satu guru yang tidak mau disebutkan namanya juga menyampaikan harapan yang sama: “Kita sebagai guru merasa tidak nyaman mengajar di tempat yang tidak aman seperti ini. Kita khawatir bukan hanya anak-anak, tapi juga diri kita sendiri. Semoga pemerintah segera merenovasi dan mengambil langkah-langkah terkait permasalahan sekolah ini agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar dan aman.”

 

Kami menyampaikan panggilan tegas dan tegas kepada pihak pemerintah setempat (kabupaten Musi Banyuasin, Kecamatan Bayung Lencir, dan Desa Mendis Jaya) serta lembaga terkait:

1. Lakukan pengecekan teknis bangunan secara langsung dan segera oleh tim ahli.

 

2. Siapkan anggaran khusus untuk renovasi total atau pembangunan ulang bangunan sekolah.

 

3. Berikan solusi sementara seperti memindahkan siswa ke lokasi belajar yang aman sampai bangunan selesai diperbaiki.

 

Anak-anak berhak belajar di lingkungan yang aman dan nyaman. Mengabaikan kondisi sekolah yang berbahaya adalah mengabaikan kewajiban terhadap generasi mendatang. Pemerintah harus bertindak SECEPATNYA – sebelum tragedi yang tak terduga terjadi.

 Wartawan mntv ( jaka.)